Di Segmen Truk Medium dan Bus, Hino Makin Melaju

Di Segmen Truk Medium dan Bus, Hino Makin MelajuDi Segmen Truk Medium dan Bus, Hino Makin Melaju

Sepanjang Januari-Oktober PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) berhasil menjual 32.117 unit atau meningkat 36% dibanding kurun waktu yang sama tahun 2017 lalu. Pada rentang waktu 10 bulan pertama 2018 itu, Hino berhasil menggenggam 63% pangsa pasar medium duty truck.

Pernyataan ini diungkapkan Direktur Promosi dan Penjualan HMSI, Santiko Wardoyo, di sela acara Customer Satisfaction Contest (CSC) 2018 di Hino Training Center, Jatake, Tangerang, Rabu (14/11/2018). “Sepanjang Oktober kemarin Hino New Dutro penjualannya yang tertinggi, terjual sebanyak 1.806 unit. Ini memecahkan rekor,” tutur Santiko.

Dengan capaian Hino Dutro itu, HMSI berhasil mempertahankan genggaman pangsa pasar di segmen itu yang sebesar 20%. Menurutnya, segmen logistik dan konstruksi banyak menyerap truk ringan tersebut.

“Secara umum, dari total penyerapan truk Hino, sektor yang banyak menyerap adalah sektor pertambangan, infrastruktur dan konstruksi, kemudian logistik. Pasar kendaraan niaga sangat bergairah karena perekonomian dan pembangunan yang cukup baik,” kata Santiko.

Proyek infrastruktur yang masih berlangsung dalam tahap finishing maupun yang tengah dalam tahap lanjutan maupun yang baru akan dimulai menjadi pendorong permintaan truk. Sedangkan kegiatan manufaktur dan konsumsi masyarakat yang terus meningkat juga memantik pertumbuhan sektor bisnis logistik.

“Harga batubara masih cukup oke, dengan kisaran per metrik ton yang masih di atas US$ 70. Begitu juga dengan permintaan kelapa sawit, CPO (crude palm oil), dan komoditas perkebunan lainnya. Tentu itu menjadi stimulant bagi permintaan truk,” kata Santiko.

Segmen bus
Selain penjualan truk, kegemilangan juga dicatatkan Hino Indonesia di segmen bus. Di kendaraan niaga angkutan penumpang ini, di periode Januari-Oktober, Hino membukukan penjualan 1.200 unit lebih bus.

“Pangsa pasar kami mencapai 76% di segmen bus. Faktor infrastruktur terutama jalan tol yang semakin panjang baik di Jawa maupun di Sumatera, serta beberapa daerah lain, menjadi sentiment positif ke permintaan bus,” klaim Santiko.

Hanya, hingga saat ini, Hino belum mengikuti tren yang tengah terjadi yakni penyediaan sasis bus tronton (triple axle) untuk bus-bus berdesain double decker. Andalan Hino Indonesia yakni, RM 380 tidak bisa digunakan untuk aplikasi bus tingkat, dan hanya untuk single dek dengan aplikasi high deck.

“Kita belum ke situ, karena RM ini memang untuk single deck. Nah kalau ditanya apakah Hino akan mengembangkan sasis ke arah sana (double decker), Hino di Jepang tentunya juga melakukan studi. Soal kondisi jalan di Indonesia, habit atau kebiasaan pengemudi, dan sebagianya. Intinya, kami ingin memberikan produk yang aman dan nyaman,” imbuh Santiko.

SUMBER  : motoris.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *